Tuesday, 16 September 2008

Ramadhan dalam Sejarah



Dalam sejarah, beberapa peristiwa penting terjadi di bulan Ramadhan, termasuk beberapa diantaranya yang melibatkan umat Islam. Contohnya adalah Pertempuran Badar (sering disebut Perang Badar), dimana 313 pengikut Nabi Muhammad mengalahkan 1000 kaum Quraisy dalam sebuah pertempuran heroik di Ramadhan 3 H. Daftar berikut ini bukanlah daftar yang lengkap, dikarenakan keterbatasan pengetahuan dan sumber penulis. Wallahu a'lam.


Diturunkannya Al-Qur'an. Nabi Muhammad menerima wahyu untuk pertama kalinya pada bulan Ramadhan, sebelum hijrah (610 M). Nabi Muhammad menerimanya ketika sedang bersendiri di Gua Hira, Jabal Nur saat berumur 40 tahun. “Bulan Ramadan adalah (bulan) yang didalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu, dan pembeda (antara yang benar dan yang batil) ...” (Al-Baqarah 185)



Pertempuran Badar, Ramadhan 2 H atau 624 M. Nabi Muhammad saw memimpin 313 pengikutnya, melawan 1,000 tentara kaum kafir Quraisy dari Mekkah. Ini adalah pertama kalinya terjadi pertempuran berskala besar di antara kedua pihak tersebut. Sekalipun menghadapi lawan yang lebih banyak dan memiliki persenjataan yang lebih baik, berkat pertolongan Allah pasukan Muslim berhasil memenangkan pertempuran ini, dan beberapa tokoh penting Quraisy terbunuh dalam pertempuran ini. Pertempuran ini termasuk di dalam beberapa pertempuran yang disebutkan secara khusus di dalam Al Qur'an.



Pembebasan Mekkah atau Penaklukkan Mekkah, Fathu Makkah, Ramadhan 8 H atau 630 M. Setelah perjanjian Hudaibiyah dilanggar oleh kaum Quraisy dan sekutunya, Nabi Muhammad mengumpulkan pasukan besar yang terdiri dari 10,000 orang. Pasukan ini berbaris menuju Mekkah, dan kaum Quraisy yang menguasai kota Mekkah menyerah tanpa perlawanan. Selanjutnya Nabi Muhammad saw memerintahkan agar berhala-berhala di sekitar Ka'bah dihancurkan, dan para penduduk Mekkah dibebaskan dan dijamin keamanannya.



Penaklukan Iberia, saat terjadinya belum dapat dipastikan, namun sumber-sumber tradisional menyebutkan sebuah pertempuran besar terjadi pada 19 Juli 711 M (Ramadan 92 H). Pasukan Umayyah yang dipimpin oleh Tariq bin Ziyad mengalahkan Raja Visigoth yang menguasai Hispania (Iberia sekarang), Raja Roderic. Kemenangan ini menandai dimulainya kekuasaan Islam di Iberia (Spanyol dan Portugal), yang dinamai Al-Andalus, selama lebih dari 700 tahun. Selama berada dibawah kekuasaan umat Muslim, Al-Andalus mengalami masa keemasan di bidang kebudayaan dan ilmu pengetahuan, dan kaum non-muslim di Al-Andalus menikmati toleransi dan kerja sama antarumat beragama.



Pertempuran 'Ain Jalut, Ramadhan 658 H atau 1260 M. Kaum Mongol menyapu Asia dan sebagian Eropa, dan membangun salah satu imperium terbesar yang pernah ada di dunia. Sayangnya penaklukan ini diikuti penghancuran terhadap banyak kebudayaan, diantaranya Baghdad, salah satu ibukota Muslim yang dibakar dan diratakan dengan tanah. Pada Ramadan 658 H, Pasukan Mameluk dari Mesir berhadapan dengan pasukan Mongol di Ain Jalut, Palestina. Berkat bantuan Allah, pasukan Mameluk berhasil mengalahkan pasukan Mongol, dan menyebabkan kerugian besar di pihak musuh. Ini adalah pertama kalinya kaum Mongol dikalahkan secara telak, dan menandai batas penaklukan bangsa Mongol.



Selain itu juga ada peristiwa-peristiwa lain, misalnya proklamasi kemerdekaan Indonesia yang terjadi pada Ramadhan 1364 H, ekspedisi Nabi Muhammad beserta pengikutnya ke Tabuk, atau Perang Yom Kippur 1973 (disebut juga Perang Ramadhan di beberapa negara Arab). Salahuddin Al-Ayyubi, panglima umat Islam di era Perang Salib juga memperoleh kemenangan-kemenangan besar di bulan Ramadhan, sekalipun beberapa penasihatnya menyarankan Jihad melawan tentara Salib diistirahatkan selama bulan puasa.



Bulan Ramadhan adalah bulan penuh kemenangan bagi umat Islam, termasuk di dalam sejarah. Janganlah kita jadikan bulan Ramadhan sebagai bulan kemalasan dan bulan ketidakproduktifan. Bersemangatlah baik dalam beribadah maupun dalam bekerja dan belajar. Berpuasa memang mengharuskan kita untuk menahan lapar dan haus, tapi bukan alasan untuk bermalas-malasan. Waduh diri penulis jadi tersindir. Sebaliknya, marilah kita jadikan bulan Ramadhan ini sebagai motivasi agar menjadi lebih rajin dan produktif.



Mudah-mudahan Allah menerima amal ibadah kita dan mengampuni dosa-dosa kita. Mohon maaf jika ada kesalahan dalam tulisan ini. Wallahu a'lam.



Special thanks to: wikipedia, Hijriah converter, situs-situs terpercaya di Internet

2 comments:

faisol said...

terima kasih sharing info/ilmunya...
selamat Berpuasa... semoga segala ibadah kita diterima oleh Allah SWT, amin...

mengapa kita masih didera malas beribadah, baik mahdhah maupun ghayru mahdhah...? untuk itu saya membuat tulisan tentang
"Mengapa Pahala Tidak Berbentuk Harta Saja, Ya?"

silakan berkunjung ke:

http://achmadfaisol.blogspot.com/2008/08/mengapa-pahala-tidak-berbentuk-harta.html

semoga Allah menyatukan dan melembutkan hati semua umat Islam, amin...

salam,
achmad faisol
http://achmadfaisol.blogspot.com/

Hamdanil said...

Terima kasih kembali dan salam kenal, saudara faisol
mudah-mudahan tulisan saya bermanfaat

 
© Hamdanil Rasyid. Except where stated otherwise, all rights in the texts of this blog are owned by Hamdanil Rasyid, and
all posted images are licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0.